Ketika tak bisa bercerita lagi tentang hati...

Kita tak lagi suka bicara tentang hati.

Urusan perasaan itu terlalu berat untuk dibicarakan.

Padahal jika beban hati tak dicurahkan, mungkin akibatnya adalah kengerian beruntun.

Itulah alasan kenapa saya suka sekali curhat di blog pribadi. Kadang tujuannya hanya ingin melepas beban pikiran, atau kadang beban hati.

Tadi siang rasanya seperti ingin meledak. Begitu sesak rasa di dada, namun tak tau apa solusinya, dan tak berani juga untuk melakukan konfrontasi.

Hanya bisa mengingat dan mengingat lagi kenangan-kenangan, ucapan-ucapan dari mereka yang membuatku hancur perlahan.

Dan lalu sekali lagi ketika aku ingin bercerita, ah... tak akan ada gunanya..

Mereka tak mendengar dengan empathy, bahkan sering kusaksikan mereka bahkan tak ingin mendengarnya.

Padahal urusan hati itu kadang lebih penting dari urusan perut.

Bahkan aku lebih memilih mati karena tak makan berhari-hari, ketimbang mati karena tekanan batin yang bertubi-tubi hasil produksi hati dan berpikir berlebihan.

Ada hal-hal di dunia ini yang aku begitu lemah menghadapinya.

Bukan hal-hal yang orang pada umumnya takut, melainkan hal-hal yang orang semacam saya paling sulit untuk menghadapi sehari-hari.

Katanya, kita tak akan tau apa yang diinginkan seseorang hingga dia bertanya dan meminta langsung ke kita.

Tapi kok, begitu jahatnya kita jika sampai tak tau-tau juga apa kebutuhan seseorang yang sudah bertahun-tahun diinginkan untuk terpenuhi.

Mungkin kita hanya tak ingin tau, atau mencoba menghindari sejauh mungkin.

Kadang memang kita itu sebegitu jahatnya..

Ah.. sudahlah.....


0 Response to "Ketika tak bisa bercerita lagi tentang hati..."

Post a Comment