Random Posts

10 PENYESALAN YANG AKAN DATANG DI MASA DEPAN!!!

1. Tidak menghabiskan waktu yang berkualitas bersama orang-orang yang berarti.

Kadang, kita hanya ingin bersama di sekitar orang-orang yang bisa membuat kita senyum. Jadi, mulai dari sekarang, habiskanlah lebih banyak waktu bersama mereka yang membuat kita lebih mencintai diri kita sendiri, lebih bisa merasakan hal baik atau feeling good, dan mulai mengurangi waktu bersama orang-orang yang membuat kita tertekan dan ingin pamer atau unjuk diri.

Jangan pernah merasa terlalu sibuk untuk berada dengan orang yang paling penting. Tidak ada pemberian yang lebih berharga dibanding perhatian dan kehadiran kita bersama mereka.

Benar-benar berada bersama seseorang, mendengarkan tanpa terburu-buru, dan tanpa menebak-nebak apa yang akan terjadi berikutnya, just flowing like a water.

2. Tidak mengutarakan dan mengekspresikan rasa cinta secara terbuka dan jujur pada orang yang dicintai.

Jangan malu untuk mengutarakan apa yang kita rasakan terhadap seseorang meskipun akan terasa canggung. Ini penting. Kita tidak akan pernah tau kapan kita akan kehilangan kesempatan itu.

Kita perlu mengutarakan apa yang ada dalam hati demi kedamaian dalam diri. Hati kita bisa menjadi galau dan sakit jika ada sesuatu yang dipendam tak diutarakan.

3. Mengukur diri kita berdasarkan pendapat orang lain.

Sebenarnya, apa yang orang pikirkan tentang kita, itu berasal dari pengalaman mereka, bukan tentang kita. Jika mereka berpikir negative, itu karena mereka sudah merasakan atau memiliki cara berpikir negative, begitupun sebaliknya.

Kita hanya tau diri kita yang sebenarnya dari diri kita, bukan orang lain. Dan lalu kita akan menarik orang-orang yang memang layak dengan energi kita.

Jangan overreacting terhadap apa yang terjadi, jangan menganggap personal terhadap ucapan atau pemikiran orang. Dengan begitu, pikiran kita akan tetap jernih dan hati tetap damai.

4. Terlalu sibuk pamer atau unjuk diri terhadap orang lain hingga kita lupa tentang apa yang lebih penting dan berarti untuk kita.

Beberapa tahun lagi, tidak akan lagi penting merk sepatu kita, baju merk apa yang kita pakai. Yang penting adalah bagaimana kita hidup, pelajaran apa yang kita dapatkan selama hidup, bagaimana kita dicintai.

Hiduplah dengan nyata, bukan penuh kepalsuan. Jika ingin pamer pada orang lain, alih-alih, pamerlah pada dirimu sendiri, hal apa yang membuatmu bangga terhadap diri sendiri. Fokus pada apa yang penting bagi kita. Akan sangat mengagumkan apa yang akan kita lakukan seharian jika kita tak peduli pada apa yang akan orang lain pikir atau katakan tentang kita.

Tunjukkan pada diri sendiri apa yang bisa kita tumbuhkan, dan menjadi lebih baik. Ini bukan soal impressing others dan berkompetisi dengan yang lain melainkan tentang diri kita.

5. Membiarkan ketidakpastian melemahkan kita.

Terimalah ketidakpastian. Karena hal-hal yang menakjubkan dalam hidup kita, dimulai dari ketidakpastian dan ketidaknyamanan. Hidup adalah hal yang tidak tentu. Kita membuat bermacam-macam keputusan kecil sehari-hari yang tidak pasti membawa kita ke mana.

Hidup ini penuh resiko, dan untuk benar-benar hidup, kita harus rela mengambil resiko tsb. Percaya pada diri sendiri untuk mengambil resiko.

Jika kita membiarkan ketidakpastian mengalahkan kita, maka kita tak akan pernah tau, dan itu lebih buruk dari sebuah kesalahan.

Jika kita salah, kita bisa memperbaiki dan melakukan hal berbeda. Jika kita tak pernah tau, maka kita hanya punya rasa penasaran, apa yang akan terjadi. Dalam hidup, kita memilih, apakah menjadi pemberani, atau memilih tetap dalam kenyamanan, comfort zone.

6. Lebih fokus pada kegagalan dibanding kesempatan.

Memang benar jika kita sudah mengalami kegagalan dan tersakiti di masa lalu. Namun kita juga sudah pernah dicintai.

Kita tidak hanya menjadi lebih tua, namun kita sudah menjadi lebih bijaksana.

Lebih baik hidup penuh kegagalan daripada penyesalan karena tak pernah mencoba.

Bayi jatuh berkali-kali ketika belajar berjalan, kita sudah mengalami itu. Kegagalan adalah kesempatan untuk belajar. Itu membutuhkan kesabaran, pengorbanan dan penderitaan..

Jangan menghabiskan sisa hidup kita nanti berpikir tentang kenapa kita tidak melakukan hal-hal yang bisa kita lakukan saat ini.

7. Bersandar terlalu kuat pada kondisi ideal dan lalu kehilangan kesempatan.

Kita tidak akan pernah kehilangan pada apa yang belum pernah kita miliki. Kita tidak bisa menyimpan apa yang bukan milik kita, kita juga tidak bisa menahan pada apa yang tidak ingin tinggal pada kita. Namun kita bisa mendorong dan selalu mencoba.

Jangan biarkan apa yang tidak bisa kita kontrol, mengganggu pada hal yang bisa kita kontrol.

Tinggalkan apa yang tidak membuahkan hasil, dan pindah ke apa yang bisa.

Dalam hidup, mengucapkan selamat tinggal adalah sebuah hadiah. Karena itu artinya kita mendapatkan kesempatan lain yang baru.

Jika ada yang pergi dari hidup kita, anggaplah bahwa itu artinya, mereka bukanlah bagian dari kehidupan kita selanjutnya. Itu juga menandakan bahwa perkembangan diri kita memerlukan sesuatu yang lain, seseorang yang lain, dan hidup adalah sesimpel membuka ruang.

8. Merasa sebagai korban, playing the victim, terlalu lama.

Jika kita menganggap diri kita adalah korban, maka kita akan diperlakukan selayaknya korban.

Hidup ini memang kadang tidak adil di mata kita, namun jangan biarkan masa lalu menentukan masa depan kita.

Ingatlah ketika kita pernah berpikir tidak akan bisa melewati, namun kita akhirnya bisa, itu akan terjadi lagi.

Jangan biarkan ketidaknyamanan, ketidakpercayadirian, ketakutan kita, memojokkan kita. Jangan biarkan diri kita menjadi korban.

Lakukan langkah kecil berikutnya. Kita selalu bisa melakukan hal yang kecil. Lakukan di tempat di mana kita berada saat ini. Sering kita berpikir bahwa kita membutuhkan yang lebih, faktanya, kita harus mulai melakukan langkah-langkah, mulai saat ini, di tempat ini.

9. Menunggu, terlalu banyak analisa, dan lalu tidak pernah mengambil langkah action yang diperlukan.

Terlalu sering kita membuang waktu, menunggu kondisi ideal, dan itu tak akan pernah terjadi, karena jalan takdir itu hadir ketika kita melakukan sesuatu, berjalan, bukan menunggu.

Ya, sangat mudah untuk menjadi pemalas dan hanya menunggu segalanya berubah lebih baik, sangat mudah untuk membuat waktu, hari lainnya. Namun kita harus melakukan yang sebaliknya.  Putuskan apa yang akan kita raih, dan selesaikan tugasnya.

Action adalah musuh terbesar kekhawatiran. Action adalah peluru senjata terbaik kita.

Action membawa kemajuan, progress.

Jangan kaburkan antara pergerakan yang tidak nyata, dengan sebuah action yang nyata. Kapanpun kita menemukan diri kita berada dalam sebuah putaran over-analyzing, dan menunda-nunda, dan kita membuat nol perubahan, tariklah napas dalam-dalam, lalu putuskan putarannya, lalu putuskan langkah logis berdasarkan pengetahuan kita, dan lakukanlah!

Bahkan jika ternyata kita melakukan kesalahan, kita tetap mendapatkan pelajaran yang bisa membantu kita membuatnya benar.

Ritual harian untuk melakukan langkah kecil yang positif, adalah kunci.

10. Terlalu sibuk sehingga tidak bisa mengapresiasi hidup.

Take actions, kerja keras, namun jangan lupa berhenti sejenak dan memperhatikan moment kecil dalam kehidupan.

Hidup adalah koleksi dari kesempatan-kesempatan kecil untuk bahagia, masing-masing hidup satu moment dalam satu waktu.

Beberapa moment setiap harinya, jangan abaikan keindahan dunia ini. Itu adalah kebahagiaan kecil di antara moment-moment besar lainnya.

Hidup adalah tentang berada dalam saat ini. Melihat, mendengar, dan bekerja tanpa terburu-buru, dan tanpa antisipasi terhadap hasil dalam setiap momentnya.

Dan kadang, dalam hari-hari yang indah, menjadikan moment-moment kecil dalam hidup ini membuat kita selalu bersyukur.

Pada saatnya, kita akan berharap bahwa kita tidak menhabiskan banyak waktu untuk khawatir pada banyak hal, dan menyibukkan diri kita tanpa ingat bahagia, memburu waktu untuk melakukan hal yang tidak hakiki, lalu berharap pada waktu-waktu di mana kita bisa lebih damai, tenang, dan mensyukuri hidup ini.

0 Response to "10 PENYESALAN YANG AKAN DATANG DI MASA DEPAN!!!"

Post a Comment